Beberapa waktu yang lalu (14 Peb 2009), Banjarmasin Post bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kota Banjarmasin mengadakan acara Potong Rambut Gratis bagi masyarakat umum di Banjarmasin. Acara bertempat di Halaman Kantor Walikota Banjarmasin.
Dibuka oleh HA Yudhi Wahyuni (Wali Kota Banjarmasin), acara berlangsung sekitar 3 jam. Ratusan kepala berhasil dipotong rambutnya oleh tangan-tangan terampil dari Salon se-kota Banjarmasin. Acara ini didukung sepenuhnya oleh Komunitas Salon yang ada di Banjarmasin. Sekitar 35 salon terlibat dalam acara ini.
Antusias tidak hanya ditunjukkan oleh masyarakat yang hendak mencukur rambutnya, namun juga dari komunitas salon yang sudah sejak pagi mempersiapkan guna lancarnya acara ini. Dari pagi mereka sengaja menyiapkan kru (stylist) beserta peralatan standard salon untuk mengikuti acara ini. Kesibukan panitia dimulai sejak sehari sebelumnya dimana panitia sudah mulai sibuk memasang cermin dan papan nama untuk salon peserta.
Selama 1/2 hari, pengusaha salon rela untuk tidak mengambil order (bayaran) karena mereka menyertakan timnya ke acara ini, demikian ungkap salah satu pengusaha salon peserta acara. Tapi acara ini cukup bagus katanya, disamping untuk bakti sosia (beramal)l, juga untuk berpromosi. Tanggapan serupa juga dilontarkan masyarakat, mereka senang bisa potong rambut di salon gratis tanpa membayar, bahkan berkesempatan mendapatkan hadiah dari panitia. Tidak perlu menunggu lama, 200 kupon yang dibagikan panitia untuk mengikuti potong rambut gratis ini langsung ludes diserbu peserta.
Selain ikut mempromosikan salon, acara ini juga bertujuan untuk mengcounter berita-berita miring (negatif) bahwa salon di Banjarmasin ini identik dengan pelacuran terselubung. Banyak salon yang menyediakan layanan plus bagi pengunjung. Padahal tidak semuanya seperti itu. Seseorang bahkan pernah mengatakan kepada saya, banyak salon di Banjarmasin ini yang tidak punya “gunting”. Betul tidaknya silakan cek sendiri hehe…. Kalo memang bener, ya jangan malu mengakui, tinggal gimana Banjarmasin ini berbenah. Apalagi sudah mencanangkan Visit Kalsel 2009. Jadi segala lini harus segera memperbaiki diri untuk mensukseskannya. Dinas terkait juga harus membina semua yang ada dibawah kewenangannya. Salon, THM sementara ini masih menjadi issu yang miring (negatif) buat temen-temen dinas pariwisata yang dikomandani Pak Hesly Junianto.
Ayo Bos…. kami di belakang siap mensupport.
(Tulisan ini sengaja saya kasih tag yang agak nyerempet, saya mau tes aja)





