Posted by: suharyantoharyanto | September 29, 2008

Tips Memilih Bisnis Franchise

Lewat tulisan ini saya pengin berbagi kepada temen-temen, khususnya bagi temen-temen yang mau memulai bisnis tapi masih bingung untuk menginvestasikannya kemana. Ini saya tulis berdasarkan pengalaman saya menekuni bisnis franchise (menjadi franchisee sebuah merek) dan juga dari beberapa ahli yang kompeten dalam bidang franchise.

Franchise memang bisa menjadi salah satu alternatif pilihan investasi bisnis. Kita tidak perlu susah-susah membangun merek, membuat SOP, membuat resep produk dsb, tapi kita bisa langsung menjalankannya. Tentunya dengan membayar franchise fee dan juga royalti fee setiap bulannya.

Gurihnya franchise fee dan royalti memancing banyak perusahaan dan pengusaha untuk mewaralabakan bisnis mereka. Tawaran waralaba pun menyebar bagai virus. Tentu tak semuanya layak dan patut menyelenggarakan waralaba. Ini bukan soal mereka menipu atau tidak. Banyak pemilik usaha waralaba terpaksa tutup buku lantaran salah pilih waralaba atau tak cermat mempersiapkannya. Nah, berikut ini ada beberapa penuntun sebelum memilih dan mengambil keputusan untuk bergabung dengan waralaba tertentu.

~ Jangan minder saat berhadapan dengan franchisor. Karena Anda lah yang punya uang. Biarpun mereka berhak menyeleksi Anda, sesungguhnya mereka juga membutuhkan Anda. Karena itu manfaatkan sesi-sesi wawancara dengan mereka untuk menggali habis kondisi pewaralaba. Mereka boleh menggali informasi seputar kepribadian dan kondisi keuangan investor. Anda pun seharusnya bisa menggali berbagai informasi mendalam tentang perusahaan penyelenggara waralaba.

~ Coba kenali latar belakang perusahaan atau sang pengusaha, bonafiditas, pengalaman, potensi pasar, peta persaingan, serta keunggulan dan keunikan produk atau sistem mereka. Dari serangan balik wawancara itu Anda bisa meraba sikap mereka. Cara dan sikap ketika menjawab pertanyaan bisa Anda jadikan tolok ukur kultur usaha mereka. Semakin mereka terbuka, semakin baik. Semakin mereka misterius dan tertutup, ya semakin buruk. Ingat, kelak Anda mesti saling bertukar informasi dengan mereka. Bayangkan dan perkirakan apakah Anda bisa berkomunikasi secara nyaman dengan mereka kelak? Kalo produk tidak unik, ngapain harus dibeli franchisenya, mending kita bikin sendiri, pake merek sendiri. Komunikasi pada akhirnya akan menjadi sesuatu yang sangat penting.

~ Jangan segan menyelidiki kondisi keuangan pewaralaba. Kinerja mereka di masa lalu bisa menjadi pantulan prospek usaha Anda di masa depan. Pewaralaba yang baik tak akan segan membagi informasi penting ini. Waralaba yang layak pilih adalah perusahaan yang telah menghasilkan untung selama bertahun-tahun, setidaknya lebih dari 3 tahun. Tanyakan pula kinerja cabang atau gerai milik terwaralaba lama. Apakah mereka untung atau malah gulung tikar. Kalau tutup sebabnya apa, begitu pula kalau sukses resepnya apa. Tak ada salahnya kalau Anda mencoba menggali informasi langsung dari terwaralaba lama yang lebih dulu beroperasi.

~ Pilihlah brand waralaba yang sudah dikenal masyarakat. Sebagian brand waralaba luar negeri tak dikenal di sini. Tapi, kalau nama mereka cukup moncer secara internasional, ya layak dipertimbangkan. Jadi jangan segan menyelidiki reputasi mereka lewat internet atau kenalan di luar negeri.

~ Bisnis waralaba bukanlah deposito atau obligasi pemerintah yang berbunga tetap. Karena itu, jangan pertaruhkan seluruh kekayaan Anda pada bisnis yang ingin Anda masuki. Sehebat apa pun waralaba yang hendak Anda ikuti, risiko bisnis tetap ada. Soalnya, ada banyak faktor ekonomi yang tidak berada dalam kendali perusahaan atau pelaku ekonomi mana pun, sehebat apa pun sistem dan keunggulan mereka.

~ Pelajari dan cermati draf kontrak sebaik-baiknya. Jangan terburu-buru menganggukkan kepala dan berjabat tangan tanda sepakat. Ingat, semua kewajiban dan hak Anda tercatat dalam dokumen kontrak. Jadi, jangan sampai kontrak itu hanya merugikan Anda.

Saya tambahkan informasinya, saat ini sebagian franchise di Indonesia boleh saya katakan cuma “franchise-franchisan” yang notabene cuma bikin produk, merek, jual, lalu nagih royalti setiap bulan ke franchisee. Ini yang sering jadi awal permusuhan antara franchisor dan franchisee, saling akal-akalan karena merasa haknya tidak terpenuhi. Sebenernya mereka ini tidak layak disebut perusahaan franchise. Mungkin karena UU yang mengatur belum sempurna sehingga hal ini masih belum bisa diantisipasi.

Contoh, setiap bulan franchisee wajib membayar royalti ke franchisor. Biasanya franchisor bilang itu akan dikembalikan dalam bentuk promosi, biaya konsultasi dsb, tapi kenyataannya tidak ada sama sekali. Itu yang biasanya merupakan cikal bakal konflik.
Franchisor juga harus peduli ke franchisee yang sedang dalam masalah, misalnya omset turun, harusnya segera direspon dan didukung dengan promosi sehingga omset bisa kembali normal. Yang terjadi sekarang, kalo omset bagus, franchisor menggebu-gebu ngejar royalti ke franchisee, tapi giliran omset sepi tidak peduli sama sekali. Bahkan dibantu promosi pun tidak.

Yang terjadi sekarang adalah, franchisor memang gencar memasang iklan, tapi bukan iklan untuk ramai-ramai datang ke outlet, membeli produk, melainkan iklan untuk membeli paket usahanya. Jadi sama juga bohong. Lihatlah beberapa franchise yang bonafide, KFC, McD, CFC, Primagama, mereka gencar berpromosi agar orang makan di KFC, McD atau CFC, agar anak sekolah mendaftar ke primagama dsb. Bukan berpromosi agar orang membeli franchise KFC, Mcd atau CFC.

Kongkretnya, kalau mereka menunjukkan iklan di Majalah Duit, Peluang Usaha dsb, sama juga bohong. Karena yang membaca majalah di atas adalah kalangan terbatas yang mau membuka usaha, atau pelaku bisnis lainnya, bukan promosi seperti itu yang dimaksud. Yang dimaksud promosi disini harusnya mereka pasang iklan di Harian Kompas atau Harian Lokal, atau majalah umum lainnya. Atau bahkan beriklan di TV kalau perlu. Itu baru namanya PROMOSI.

Memang tidak ada garansi sukses dalam semua bisnis, termasuk bisnis franchise, semua ada resikonya. Tapi bagaimana kita meminimalkan resiko, itu yang penting. Jadi jangan gegabah membeli franchise, kenali dulu, dari pada uang yang anda investasikan hilang sia-sia. Sayang kan ?….


Responses

  1. mungkin saya bisa membantu anda menemukan ide bisnis / usaha dengan mengunjungi web kami. salam sukses

  2. walau bisnis franchise banyak yang sukses tapi yang gagal lebih banyak lagi. Jadi berhati-hatilah dalam memilih.

  3. Menarik juga infonya..but saya mau tanya sebenarnya ada gak seh frinchise KFC? Kalau ada dimana saya bisa hubungi kemudian bagaimana perhitungannya? Karena sauya ingin membuka usaha KFC dengan skim franchise. Mohon juga disertakan alamat** franchisor kalau memang ada. Kemudian menurut bapak usaha franchise apa saja seh yang menarik saat ini?
    Terimakasih sebelumnya.

    Rudi…

  4. Mas Rudi, silakan buka http://www.kfcindonesia.com
    Di sana informasinya komplit plit. Karena bukan wewenang saya untuk menjelaskan scheme, persyaratan dsb.

    Terima kasih telah mengunjungi blog saya.
    Salam,
    Har

  5. a nice blog n good luck…

  6. mas…apa kabar….
    salam kenal nih…nama saya yoyo arifardhani…mau tanya apakah ada perkumpulan orang2 keturunan jawa di kalimantan selatan..? terima kasih atas infonya…

  7. mas mo tanya nich… saya pengen cari franchise yg sudah bisa di bilang bagus tp modal di bawah 10 jt. ada ga? saya pernah liat ada franchise spt tela-tela, creaps, berger dll… itu dbwh 10 jt tp apa itu bgs?
    infonya ditunggu ya


Leave a response

Your response:

Categories